Selasa, 01 Januari 2019

Cara Menghitung Daya Listrik Pada Perangkat Elektronik

Pernah memperhatikan jumlah pemakaian / penggunaan daya pada rekening listrik rumah anda? Bagaimana angka tersebut dapat terbentuk dan darimana asalnya? Jawabannya mudah saja, yaitu dari perangkat elektronik yang dipakai di dalam rumah. Seperti lampu, televisi, lemari es, mesin cuci, kipas angin dsb.
Jika kita membeli perangkat elektronik, seperti televisi, terdapat banyak tulisan kecil yang tercetak pada stiker di belakangnya. Salah satu dari tulisan tersebut kurang lebih seperti ini :
POWER : 100 – 240V – 50/60Hz, 135 W.
Sedangkan pada meteran listrik, terdapat beberapa angka yang selalu diakhiri dengan tulisan KWH yang merupakan singkatan dari Kilo Watt Hour.
Bagaimana hubungan antara Watt pada perangkat elektronik dengan Kilo Watt Hour pada meteran listrik?
Pemahaman Kilo Watt Hour pada meteran adalah pemakaian daya (Watt) sebanyak 1 Kilo (1.000 Watt) dalam rentang waktu 1 jam (Hour) atau 60 menit. Untuk mengetahui nilai pemakaian daya (Watt) sebuah perangkat elektronik ke dalam format nilai kWh sebagaimana yang tertera di meteran, maka kita juga harus mengetahui lama waktu pemakaian perangkat elektronik tersebut setiap jam-nya. Dengan demikian, default nilai waktu dan pembagi untuk meng-konversi-kan jumlah pemakaian Watt perangkat elektronik ke dalam nilai kWh adalah : setiap Watt yang terpakai  selama 1 (satu) jam harus dibagi 1.000 (kilo).
Jika nilai lama waktu pemakaian Watt kurang dari 1 jam (dalam satuan menit), maka terlebih dulu nilai tersebut dikonversikan ke dalam satuan jam (terlebih dulu dibagi 60 menit).
Dengan asumsi seperti contoh keterangan pada stiker di belakang televisi tadi, cara menghitung jumlah daya yang terpakai sesuai spesifikasi tersebut adalah sbb.:
  • pemakaian per menit : (135 Watt / 1.000) x (jumlah menit / 60)
  • pemakaian per jam : (135 Watt / 1.000) x 1 jam
  • pemakaian per hari : (135 Watt / 1.000 ) x jumlah jam
  • pemakaian per bulan : pemakaian per hari x 30 hari
Sehingga, untuk pemakaian televisi selama 8 jam 30 menit dalam sehari, maka perhitungannya nilai yang akan tercatat di meteran adalah sbb. :
pemakaian per hari :
= (135 Watt / 1.000 ) x (8 jam + (30 menit/ 60))
= 0,135 kWh x 8,5 jam
= 1,1475 kWh per hari
pemakaian per bulan :
= 1,1475 kWh x 30 hari
= 34,425 kWh per bulan
*) asumsi 1 bulan = 30 hari
Jadi, televisi memang harus meng-konsumsi (memakai) listrik sebesar 135 Watt untuk bisa menyala dan saat sedang menyala. Namun, konsumsi listrik tersebut baru akan dihitung di meteran sebesar satu per seribu-nya setelah televisi menyala selama rentang waktu satu jam (60 menit). Dan, nilai yang dicatat di meteran adalah sebesar satu per seribu dari 135 Watt, yaitu :  0,135 kWh, bukan 135 kWh.
Seperti itulah konsep merumuskan pemakaian daya perangkat elektronik di rumah dalam satuan Watt, yang kemudian dikonversikan lalu dicatat ke dalam satuan Kilo Watt Hour (kWh) di meteran PLN.

Konsumsi Daya Setrika Listrik…

Perhitungan pada perangkat elektronik dengan fitur otomatis (mis strika), anda harus memiliki perkiraan rata-rata lama waktu yang dibutuhkan saat lampu otomatis mulai menyala kemudian mati dan kembali menyala.
Misalnya pemakaian strika 350 Watt dengan selang waktu lampu otomatis 2 menit menyala – 2 menit mati – kembali menyala = 4 menit total satu siklus, maka perhitungan rata-rata pemakaian daya adalah :
  • pemakaian per menit : (350 Watt / 1.000) x (((jumlah menit /  4) x 2) / 60)
  • pemakaian per jam : (350 Watt / 1.000) x ((60 /  4) x 2) / 60)
  • pemakaian per hari : (350 Watt / 1.000) x ((60 /  4) x 2) / 60) x jumlah jam
  • pemakaian per bulan : pemakaian per hari x 30

Contoh Kasus I :

pemakaian strika 350 watt dalam sehari = 30 menit :
= (350 Watt / 1.000) x (((30 / 4) x 2) / 60)
= 0,0875 kWh per hari
sehingga perhitungan sebulan menjadi :
= 0,0875 kWh x 30 hari
= 2,625 kWh per bulan

Contoh Kasus II.A. :

pemakaian setrika 350 watt dalam sehari = 3 jam :
= (350 Watt / 1.000) x (((60 / 4) x 2) / 60) x 3 jam
= 0,525 kWh per hari
sehingga perhitungan sebulan menjadi :
= 0,525 kWh x 30 hari
= 15,75 kWh per bulan
Tidak semua perangkat strika memiliki perbandingan jeda waktu menyala dan mati yang sama. Ada beberapa model perangkat strika memiliki fitur unik, seperti bagian untuk pelicin terbuat dari bahan logam penyimpan panas. Fitur seperti ini, umumnya dapat ditemukan pada perangkat strika berdaya besar namun mengkonsumsi daya listrik dalam waktu relatif sebentar dengan jeda waktu stand-by lebih lama.
Misalnya, strika berdaya 750 Watt dengan waktu pemanasan awal selama 3 menit. Konsumsi daya selanjutnya, hanya berlangsung 0,5 menit dan jeda waktu stand-by selama 2 menit. Maka perhitungan satu siklus menyala – mati – kembali menyala adalah 2,5 menit. Dalam 1 jam (60 menit), siklus ini terjadi sebanyak :
= 60 menit / 2,5 menit
= 24 kali
Maka, total waktu strika menyala dan mengkonsumsi daya selama satu jam adalah hanya selama  :
= 24 x 0,5 menit
= 12 menit saja.
Dengan demikian, nilai pemakaian daya yang sebenarnya strika berdaya 750 Watt tersebut selama 1 jam adalah sebesar :
= ((750 Watt / 1.000) x (12 menit / 60))
= 0,15 kWh atau 150 Watt per jam saja.
Jika dibuat rumus berdasarkan nilai awal konsumsi daya strika yang sebesar 750 Watt, maka akan seperti di bawah ini cara penyajiannya :
  • pemakaian per menit : ((750 Watt / 1.000) x (12 menit / 60)) x jumlah menit / 60
  • pemakaian per jam : ((750 Watt / 1.000) x (12 menit / 60))
  • pemakaian per hari : ((750 Watt / 1.000) x (12 menit / 60)) x jumlah jam
  • pemakaian per bulan : jumlah pemakaian per hari x 30 hari
Namun, jika rumus dibuat setelah perhitungan siklus nyala-mati strika selama satu 1 jam dikerjakan, maka akan seperti ini penampakannya :
  • pemakaian per menit : 0,15 kWh x (jumlah menit / 60)
  • pemakaian per jam : 0,15 kWh
  • pemakaian per hari : 0,15 kWh x jumlah jam
  • pemakaian per bulan : jumlah pemakaian per hari x 30 hari
Hasil akhir dari kedua rumus adalah sama. Bedanya, detail rumus pertama biasa digunakan untuk pemrograman komputer. Sedangkan detail rumus kedua biasa ditemukan untuk perhitungan manual dari soal matematika pada umumnya.

Contoh Kasus II.B :

pemakaian strika 750 Watt dalam sehari = 3 jam :
= ((750 Watt x 1.000) x (12 / 60)) x 3 jam
= 0,15 kWh x 3 jam
= 0,45 kWh per hari atau 450 Watt per hari
sehingga perhitungan pemakaian dalam sebulan menjadi :
= 0,45 kWh x 30 hari
= 13,5 kWh per bulan
Untuk hasil yang lebih mendekati, tambahkan nilai proses pemanasan selama 3 menit di awal pemakaian sebesar :
= (750 Watt / 1.000) x (3 menit / 60)
= 0,0375 kWh.
Sehingga untuk perhitungan pemakaian sehari selama 3 jam menjadi :
= 0,45 kWh + 0,0375 kWh
= 0,4875 kWh atau 487,5 Watt per hari.
Maka, dalam sebulan menjadi :

= 0,4875 kWh x 30 hari
= 14,625 kWh.

Konsumsi Daya Teko Listrik dan Lemari Es / Kulkas…

Perangkat elektronik (yang berdaya besar) yang dipakai hanya sebatas saat dibutuhkan, tidak akan meng-akumulasi-kan pemakaian secara ekstrim. Misalnya seperti teko listrik berdaya 600 Watt yang menyala dalam waktu 10 menit dan akan mati secara otomatis. Jika digunakan hanya sekali dalam sehari maka :

Contoh Kasus III :

pemakaian per hari :
= (600 Watt / 1.000) x (10 menit / 60)
= 0,1 kWh per hari
sehingga pemakaian per bulan :
= 0,1 x 30 hari
= 3 kWh per bulan.
Berbeda halnya dengan lemari es. Walau pun konsumsi daya dibutuhkan relatif kecil (rata-rata konsumsi daya listrik 75 Watt), lama nyala yang dibutuhkan dalam sehari adalah 24 jam. Sehingga perhitungannya adalah :

Contoh Kasus IV :

pemakaian per hari :
= (75 Watt / 1.000) x 24
= 1,8 kWh per hari
sehingga pemakaian per bulan :

= 1,8 x 30 hari
= 54 kWh per bulan.

Konsumsi Daya Adaptor pada Laptop / Notebook & PSU pada PC Desktop…

Pada beberapa perangkat elektronik tertentu seperti laptop, sumber daya selain baterei, menggunakan adaptor sebagai input daya agar dapat dinyalakan langsung dari stopkontak. Besar daya yang dikonsumsi sebenarnya, ditunjukkan oleh tulisan INPUT bukan OUTPUT sebagaimana tercetak pada stiker yang menempel di badan adaptor.
Misalnya :
INPUT : 100-240V ~ 1.6A  50/60Hz
OUTPUT : 19.0V — 4.74A  90W Max.
Satuan daya yang dicontohkan di atas menggunakan satuan Ampere. Untuk mengetahui pemakaian dalam satuan Watt, harus dikonversi terlebih dulu menggunakan rumus :
Voltase x Ampere = Watt
Dengan asumsi voltase pada umumnya adalah 220 Volt, maka pemakaian daya sebenarnya untuk mengoperasikan langsung dari stopkontak adalah :
220 Volt x 1,6 Ampere = 352 Watt
Dengan demikian, perhitungan pemakaian daya menjadi :
  • pemakaian per menit : (352 Watt / 1.000) x (jumlah menit / 60)
  • pemakaian per jam : (352 Watt / 1.000) x 1
  • pemakaian per hari : (352 Watt / 1.000) x jumlah jam pemakaian dalam sehari
  • pemakaian per bulan : pemakaian per hari x 30

Contoh Kasus V :

Untuk pemakaian laptop selama 5 jam dalam sehari :
= (352 Watt / 1.000) x 5 jam
= 0,352 kWh x 5 jam
= 1,76 kWh per hari
sehingga pemakaian per bulan :
= 1,76 kWh x 30 hari
= 52,8 kWh per bulan
Uraian lebih detail tentang konsumsi listrik adaptor laptop ini, dapat dibaca di artikel Cara Menghitung Biaya dan Konsumsi Listrik Laptop.

Sedangkan konsumsi / pemakaian daya untuk PC Desktop anda harus mengetahui besar kapasitas dari Power Supply Unit (PSU) yang ada di dalam CPU. Anda dapat membaca ulasannya lebih lengkap di artikel Power Supply Unit, Kapasitas Listrik dan Stabilizer.

Konsumsi Daya Pompa / Mesin Air

Konsep yang mirip digunakan juga pada konsumsi daya mesin pompa air sumur. Namun, biasanya unit ini menggunakan satuan VA (Volt Ampere) sebagai satuan input daya. Stiker yang menempel di badan pompa, biasanya hanya mencantumkan nilai OUTPUT yang dapat dihasilkan oleh mesin. Untuk mengetahui besaran nilai INPUT-nya, anda harus mencari (jika dicantumkan) pada lembar manual.
Perangkat yang menggunakan satuan daya VA, umumnya menyertakan nilai Faktor Daya (Power Factor) pada lembar manual. Nilai ini berfungsi untuk mendapatkan nilai daya sebenarnya (Watt) yang dimiliki oleh perangkat. Anda harus meng-kali-kan nilai Faktor Daya sesuai dengan yang tertera pada manual untuk memperoleh daya sebenarnya. Jika nilai Faktor Daya tidak diketahui / dicantumkan, anda dapat menggunakan angka 0,8 sebagai nilai Faktor Daya terendah pada umumnya. Rumus yang dipergunakan adalah :
Volt Ampere x Faktor Daya = Watt
Pada umumnya, INPUT daya yang dibutuhkan mesin pompa air sumur berdaya tarik 9 meter adalah 350 VA. Dengan demikian, besaran daya sebenarnya (Watt) yang dibutuhkan adalah :
350 VA x 0,8 = 280 Watt
Sehingga, pemakaian daya sebenarnya adalah :
  • pemakaian per menit : (280 Watt / 1.000) x (jumlah menit / 60)
  • pemakaian per jam : (280 Watt / 1.000) x 1
  • pemakaian per hari : (280 Watt / 1.000) x jumlah jam pemakaian dalam sehari
  • pemakaian per bulan : pemakaian per sehari x 30

Contoh Kasus VI :

Rata-rata waktu pemakaian pompa selama sehari = 50 menit :
= (280 Watt / 1.000) x (50 menit / 60)
= 0,28 kWh x 0,83
= 0,23 kWh per hari
sehingga pemakaian per bulan :
= 0,23 kWh x 30 hari
= 6,9 kWh per bulan

Contoh Kasus VII :

Rata-rata waktu pemakaian pompa dalam sehari adalah 1 jam 20 menit (80 menit) :
= (280 Watt / 1.000) x (80 menit / 60)
= 0,28 kWh x 1,33
= 0,37 kWh per hari
sehingga pemakaian per bulan :
= 0,37 kWh x 30 hari
= 11,1 kWh per bulan
Cara menghitung pemakaian daya pompa air

Fitur Otomatis pada Perangkat Elektronik…

Beberapa perangkat elektronik yang banyak beredar dan dipakai umum, memiliki fitur pemicu otomatis dalam mengkonsumsi daya. Seperti pompa air sumur, AC (Air Conditioner), strikaan, oven listrik, rice cooker dll. Fitur seperti ini tidak selalu sama antara masing-masing jenis perangkat. Kondisi yang menjadi pemicu untuk mengkonsumsi daya pun berbeda-beda.
Misalnya, pompa air sumur dengan fitur otomatis menggunakan tekanan udara sebagai pemicu pemakaian daya. Tekanan udara yang digunakan berada dalam tabung silinder. Ketika kran air dibuka, tekanan air dalam pipa akan berkurang. Mesin pompa akan diaktifkan secara otomatis pada kondisi ini, dan baru berhenti ketika kran dimatikan yang menyebabkan tekanan air dalam pipa menguat hingga akhirnya sama dengan tekanan udara dalam tabung silinder.
Beberapa perangkat lainnya, menggunakan perbedaan level suhu udara dalam sebuah ruangan terbatas yang telah diatur oleh pemakai sebagai fitur pemicu daya otomatis, seperti AC dan oven listrik. Unit pengatur level suhu udara ini (setahu saya) dinamakan thermostat.
Misalnya, mesin AC (Air Conditioner) akan mengkonsumsi daya saat pertama kali dinyalakan dan berhenti saat level suhu udara dalam ruangan sama dengan yang telah ditentukan oleh pemakai. Saat level udara berada diluar level suhu yang telah ditentukan, mesin otomatis akan kembali menyala untuk mendinginkan ruangan. Thermostat merupakan sensor yang “meraba” level suhu udara dalam ruangan yang kemudian disampaikan pada alat pemicu daya untuk mulai atau berhenti beroperasi sesuai level suhu sebagaimana telah ditentukan pemakai.
Sedangkan untuk perangkat seperti strikaan, kompor listrik dan lemari es, konsumsi daya ditentukan pada level suhu perangkat itu sendiri sebagaimana telah ditentukan pemakai. Jadi, konsumsi daya terjadi saat suhu perangkat berada diluar level yang ditentukan pemakai.
Perangkat seperti termos listrik atau rice cooker memiliki fitur otomatis sekali jalan, yaitu memasak (boiling / cooking) kemudian menjadikan tetap hangat (keep warmed). Sepintas, fitur ini mirip seperti fitur yang dimiliki AC. Namun, jauh berbeda pada prakteknya. Fitur “keep warmed” akan mengkonsumsi daya dalam jumlah tetap dan sama selamanya tanpa berhenti.
Walaupun kondisi yang menjadi pemicu berbeda, konsep yang digunakan adalah sama, yaitu tetap menjaga keadaan yang sama sebagaimana diinginkan pemakai. Fitur pemicu daya otomatis seperti yang telah dijelaskan diatas, membuat pemakaian daya tidak selalu sama sebagaimana spesifikasi perangkat.
Misalnya, spesifikasi pemakaian daya pada AC berkapasitas 1/2 PK adalah 320 Watt. Daya yang dikonsumsi perangkat memang benar 320 Watt, namun tidak terus menerus selama 1 jam penuh. Jeda waktu mesin bekerja untuk proses pendinginan sangat bergantung dari informasi yang disampaikan oleh sensor thermostat.
Asumsikan mesin menyala selama 10 menit dan berhenti selama 5 menit dalam sekali proses pendinginan. Dalam 1 jam, terdapat jeda waktu 20 menit mesin berhenti mengkonsumsi daya. Jadi, pemakaian daya sebenarnya selama 1 jam hanyalah 40 menit. Jika dihitung pemakaian daya sebenarnya dalam 1 jam adalah :
= (320 Watt / 1.000) x (40 / 60)
= 0,32 kWh x 0,67
= 0,213 kWh per jam
Untuk penggunaan AC selama 6 jam akan membutuhkan daya sebesar :
= 0,213 kWh x 6 jam
= 1,28 kWh
Hal ini akan berbeda jika kita menghitung pemakaian daya per jam berdasarkan spesifikasi yang tercantum selama 6 jam penuh :
= 0,320 kWh x 6 jam
= 1,92 kWh
Terdapat selisih pemakaian daya sebesar 0,1067 kWh per jam. Seandainya pemakaian setiap hari selama 6 jam dalam 1 bulan, maka selisihnya menjadi : 19,206 kWh. Pembahasan lebih jauh mengenai perilaku konsumsi daya oleh AC, dapat anda lihat di artikel : Cara menghitung Biaya Listrik Perangkat Elektronik
Ada jenis fitur otomatis yang dapat diperkirakan konsumsi daya rata-rata selama 1 jam. Perangkat yang memiliki fitur otomatis seperti itu biasanya mencantumkan spesifikasi dua pemakaian daya, yaitu pemakaian penuh yang dikodekan dengan tulisan INPUT (atau POWER) dan rata-rata yang dikodekan dengan tulisan AVR (Average). Gunakan nilai yang dikodekan dengan tulisan AVR untuk menghitung pemakaian daya sebenarnya, karena nilai tersebut sudah diperhitungkan oleh pabrikan pembuat perangkat untuk pemakaian normal pada umumnya.
Jika spesifikasi pemakaian daya rata-rata (AVR) tidak dicantumkan, maka anda harus mengetahui kondisi kapan waktu tanpa konsumsi daya atau kondisi waktu konsumsi daya dalam jumlah kecil mulai diaktifkan. Sehingga perhitungan hasil pemakaian daya yang diperoleh menjadi lebih akurat.

Menggunakan Besaran Nilai Pemakaian Listrik per hari

Anda dapat juga melakukan “cross check” secara manual berdasarkan jumlah pemakaian listrik per hari dengan menggunakan angka yang tertera pada meteran listrik sebagaimana saya telah kerjakan untuk memastikan kebenaran rumus-rumus di atas. Caranya dengan mencatat seluruh angka yang tercantum pada meteran pada pukul 07.00 pagi. Di hari yang sama, catat lama waktu pemakaian listrik dari setiap perangkat elektronik yang terjadi selama sehari di rumah. Keesokan harinya, di jam yang sama, kembali catat seluruh angka yang tercantum pada meteran. Hitung selisih angka pemakaian listrik yang dicatat hari ini dengan kemarin. Itulah parameter nilai pemakaian listrik yang terjadi di rumah anda selama 24 jam terakhir berdasarkan meteran. Lalu, bandingkan dengan nilai yang dihasilkan perhitungan rumus konsumsi daya berdasarkan lama waktu pemakaian listrik perangkat elektronik yang anda catat selama satu hari. Mulai pukul 07.00 kemarin, hingga pukul 07.00 hari ini.
Meskipun cara seperti itu bisa menyajikan hasil yang paling mendekati dengan keadaan yang sebenarnya, anda perlu mengulangnya hingga beberapa hari untuk mendapatkan kepastian dari kondisi yang terjadi sesungguhnya. Karena, ada beberapa faktor yang mempengaruhi angka yang tercantum di meteran listrik. Diantaranya :
  1. Lama waktu pemakaian elektronik tertentu, berlangsung secara tidak konsisten (tetap) setiap hari di dalam rumah, seperti komputer, televisi, strika, mesin cuci, pompa air dan lampu penerangan.
  2. Stabilitas voltase listrik setiap hari.
Di rumah berpenghuni lebih dari 2 orang, akan lebih sulit untuk mendapatkan satu nilai pasti dari pemakaian listrik secara keseluruhan. Selain tidak semua dari perangkat yang ada pasti digunakan setiap hari, diperlukan toleransi hingga nilai tertentu agar perhitungan yang telah dilakukan dapat diterima secara realistis. Perbedaan perilaku pemakaian perangkat elektronik yang sama dari setiap anggota penghuni di rumah, memiliki andil sangat besar dalam memengaruhi nilai konsumsi listrik perangkat elektronik yang sesungguhnya.

Jadi…

Memahami cara menghitung pemakaian daya perangkat-perangkat elektronik / listrik, akan membuat kita memiliki dasar gambaran tentang banyak hal dari perangkat elektronik / listrik yang saat ini digunakan di rumah. Beranjak dari pemahaman tersebut, kita akan lebih selektif dan bijak dalam menentukan perangkat seperti apa yang sesuai dengan batas kebutuhan, kepentingan dan kemampuan yang kita miliki. Itulah yang menjadi dasar untuk kita bisa menjalani pemakaian hemat listrik sehari-hari dengan cerdas.
Semoga bermanfaat!
Sumber : https://listrikdirumah.com/cara-menghitung-daya-listrik-pada-perangkat-elektronik/2/

Sabtu, 29 Desember 2018

25 Karakter Pengusaha Sukses

Apakah Anda memiliki apa yang dibutuhkan untuk melalui resesi? Berikut adalah ciri yang dimiliki oleh pengusaha rumahan untuk melalui saat yang sulit:

Artikel ini dikutip dari ‘Ultimate Home Based Business Handbook’, oleh James Stephenson, tersedia di Entrepreneur Press.

Terlepas dari definisi sukses Anda, ada sejumlah karakteristik umum yang dimiliki oleh pengusaha sukses. Anda bisa memberikan tanda centang di masing-masing karakteristik yang mungkin Anda miliki. Melalui cara ini, Anda bisa melihat bagaimana Anda menyusunnya. Meskipun Anda tidak memiliki semua karakteristik ini, Anda tidak perlu cemas. Kebanyakan bisa dipelajari dengan praktek dan dengan mengembangkan mental pemenang, terlebih jika Anda menentukan tujan dan Anda terapkan pada diri sendiri, melalui perencanaan stratejik, untuk mencapai sasaran dalam tahapan yang terukur.

Yang Harus Dimiliki Bisnis Rumahan

Seperti kegiatan lainnya yang Anda kerjakan, ada beberapa keharusan yang dibutuhkan agar sukses dalam aktivitas yang dipilih. Untuk bisa berkendara di tempat umum secara legal, seseorang harus memiliki SIM; agar menang dalam pertandingan, harus berlatih dan berlatih; agar bisa pensiun dengan nyaman, seseorang harus menjadi investor yang berpengetahuan dan secara aktif berinvestasi untuk masa pensiunnya. Jika tujuan Anda adalah sukses dalam berbisnis, maka formulanya tidak jauh berbeda. Ada beberapa keharusan yang harus dikembangkan, diterapkan, dan dikelola secara penuh untuk kesuksesan bisnis Anda. Ada banyak keharusan dalam bisnis, tapi artikel ini hanya membahas beberapa yang saya yakini merupakan keharusan, yang lebih penting yang dibutuhkan saat memulai, menjalankan dan menumbukan profit usaha rumahan.

1. Lakukan apa yang Anda nikmati

Apa yang Anda dapatkan dari bisnis dalam bentuk kepuasan pribadi, pendapatan finansial, stabilitas dan kenikmatan adalah nilai yang akan Anda tempatkan dalam bisnis Anda. Jadi, jika Anda tidak menikmati apa yang Anda kerjakan, maka kemungkinan akan tercermin dalam keberhasilan bisnis Anda –atau kesuksesan Anda berikutnya. Nyatanya, jika Anda tidak menikmati apa yang Anda kerjakan, peluangnya Anda tidak akan sukses.

2. Bekerja dengan serius

Anda tidak bisa berharap untuk efektif dan sukses dalam bisnis kecuali Anda benar-benar yakin dengan bisnis dan produk atau jasa yang Anda jual. Terlalu banyak pengusaha rumahan yang gagal menjalankan bisnisnya dengan cukup serius, mudah beralih dan tidak termotivasi dan mempertajam indera penciuman mereka. Mereka juga menjadi santapan mereka yang memandang bisnis rumahan dengan sebelah mata karena mereka tidak bekerja di gedung perkantoran, toko, atau pabrik. Sedikit yang melakukan dengan skeptis, tahu bahwa sejumlah orang yang bekerja dari rumah, dan menghasilkan pendapatan tahunan yang bagus, telah melonjak di beberapa tahun terakhir ini.

3. Merencanakan segala sesuatunya

Merencanakan setiap aspek bisnis rumahan Anda bukan saja merupakan suatu keharusan, tapi juga membangun kebiasaan yang harus dikembangkan, diterapkan, dan dipelihara oleh pengusaha. Perencanaan bisnis sangat penting karena mengharuskan Anda menganalisa setiap situasi bisnis, melakukan riset dan mengumpulkan data, serta membuat kesimpulan yang berdasarkan fakta yang didapatkan dari riset. Perencanaan bisnis juga sebagai fungsi kedua, dimana tujuan Anda dan bagaimana mencapainya, diatas kertas. Anda bisa menggunakan rencana yang Anda buat baik sebagai peta yang Akan membawa Anda dari titik A ke Z serta sebagai pengukur kesuksesan masing-masing rencana individu atau segmen dalam rencana.

4. Mengelola uang dengan bijak

Alur kas adalah denyut nadi setiap bisnis apapun. Anda membutuhkannya untuk membeli inventori, membayar jasa, mempromosikan dan memasarkan bisnis Anda, memperbaiki dan menempatkan alat dan perlengkapan, dan menggaji diri Anda sendiri sehingga Anda bisa tetap melanjutkan pekerjaan. Karena itu, semua pengusaha rumahan harus menjadi manajer keuangan yang bijak untuk memastikan alur kas tetap berjalan dan tagihan terbayarkan. Ada dua aspek manajemen keuangan yang bijak:

Uang yang Anda terima dari klien sebagai pertukaran barang atau jasa yang Anda sediakan (pendapatan)


Uang yang Anda keluarkan untuk inventori, supplai, upah, dan item lain yang dibutuhkan untuk operasional bisnis Anda.(pengeluaran)


5. Meminta penjualan

Pengusaha rumahan harus selalu ingat bahwa kegiatan pemasaran, periklanan, atau promosi tidak bermanfaat, terlepas dari seberapa cerdas, mahal, atau dibidik dengan tepatnya mereka, kecuali satu hal sederhana yang diselesaikan – meminta penjualan. Ini tidak menjelaskan bahwa menjadi sales yang hebat, advertising copywriting atau ahli hubungan masyarakat bukan aset yang besar dalam bisnis Anda. Namun, keterampilan ini tidak ada artinya jika Anda tidak secara aktif meminta orang membeli apa yang Anda jual.

6. Ingatlah pelanggan

Bisnis rumahan Anda bukanlah produk atau jasa yang Anda jual. Bisnis rumahan bukanlah harga yang Anda kenakan untuk barang dan jasa. Bisnis rumahan bukanlah soal persaingan dan bagaimana Anda mengalahkannya. Bisnis Anda adalah pelanggan, atau klien, periode. Bagaimanapun, pelanggan Anda adalah mereka yang memutuskan apakah bisnis Anda akan booming atau hancur. Apapun yang Anda lakukan dalam bisnis harus fokus pada pelanggan, termasuk kebijakan, garansi, pembayaran, jam kerja, presentasi, iklan dan promosi dan website. Sebagai tambahan, Anda harus tahu dengan baik siapa pelanggan Anda.

7. Menjadi pendorong-diri

Salah satu mitos terbesar mengenai kesuksesan personal atau bisnis, adalah kemampuan personal, produk atau jasa yang akan ditemukan dan diakui oleh masyarakat yang mungkin menghalangi orang lain untuk membeli apa yang Anda jual. Tapi bagaimana ini bisa terjadi jika tidak seorangpun yang tahu siapa Anda, apa yang Anda jual dan mengapa mereka harus membelinya?

Promosi-diri adalah salah satu alat marketing yang paling penting, tapi paling gagal dipakai dimana mayoritas pengusaha langsung mengabaikannya.

8. Rancangan citra bisnis yang positif

Semua Anda miliki kecuali momen yang terlewatkan untuk membuat kesan yang positif dan diingat oleh orang yang Anda ajak berbisnis. Pengusaha rumahan harus keluar dari cara mereka dan selalu berupaya merancang citra bisnis yang paling profesional. Mayoritas pengusaha rumahan merasa tidak perlu membuat kantor atau toko atau showroom yang elegan untuk membuat prospek dan pelanggan kagum dan terkesan. Alih-alih, mereka harus mengandalkan pencintraan, kreatifitas dan memperhatikan detil terkecil saat membuat dan memelihara citra yang positif bisnis rumahan mereka.

9. Kenali pelanggan Anda

Salah satu fitur terbesar dan competitive edge yang paling signifikan dari pengusaha rumahan yang bisa mengalahkan pesaing besar adalah dia mampu memberikan perhatian yang personal. Anda bisa menyebutnya dengan reaksi teknologi tinggi, tapi pelanggan bosan dan jenuh mendengarkan informasi mereka ada di suatu tempat di komputer dan harus di retrieve, atau diharuskan memasukkan sederet angka yang pada akhirnya sampai di departemen yang tepat hanya untuk mendengarkan voice mail—dimana mereka tidak pernah ditelpon kembali.

Pengusaha rumahan bisa menjawab telepon, kenal dengan pelanggan mreka, memberikan perhatian personal dan memenangkan bisnis dengan melakukan hal tersebut. Ini adalah fakta yang diteliti dimana kebanyakan bisnis (80 %) datang dari pelanggan yang kembali daripada pelanggan baru. Karena itu, bersamaan dengan menarik pendatang baru, semakin banyak yang Anda lakukan untuk mendekati pelanggan, Anda akan melakukannya dengan lebih baik di jangka panjang dan memberikan perhatian personal adalah hal yang paling dihargai dan diingat di dunia dengan teknologi yang canggih ini.

10. Tingkatan lahan permainan dengan teknologi

Anda harus menghindari untuk terjebak lebih jauh dalam dunia teknologi, tapi Anda juga harus tahu bagaimana memanfaatkannya. Salah satu aspek internet yang paling mengagumkan adalah satu atau dua orang yang menjalankannya dari basement bisa memiliki website yang hebat seperti layaknya perusahaan bernilai $50 juta, dan tidak seorangpun yang tahu perbedaannya. Pastikan Anda terus mengejar teknologi tinggi selama itu sesuai dengan kebutuhan Anda. Teknologi terbaik adalah yang membantu Anda, bukan untuk membuat orang lain terkesan.

11. Membangun tim bisnis jempolan

Tidak seorangpun yang bisa membangun bisnis yang sukses seorang diri. Ini adalah tugas yang membutuhkan tim yang memiliki komitmen seperti Anda terhadap bisnis dan kesuksesannya. Tim bisnis Anda bisa mencakup anggota keluarga, teman, supplier, aliansi bisnis, karyawan, sub-kontraktor, industri dan asosiasi bisnis, pemerintahan lokal dan komunitas. Tentu anggota tim yang paling penting adalah pelanggan atau klien Anda. Beberapa atau banyak dari mereka yang akan mengatakan bagaimana bisnis Anda akan berjalan dan mempertaruhkan masa depan bisnis Anda.

12. Dikenal sebagai ahli

Saat Anda memiliki masalah yang harus dipecahkan, Anda mencari nasehat orang lain atau mencari seorang ahli di bidangnya untuk membantu memecahkan masalah Anda? Tentu saja, Anda menginginkan informasi yang paling akurat dan mendapatkan pendampingan. Anda biasanya mencari bantuan ahli untuk memecahkan masalah. Anda memanggil tukang ledeng saat keran air panas bocor, agen real estate ketika menjual rumah atau dokter gigi jika gigi Anda sakit. Karena itu, ini hanya mengarah pada alasan dimana Anda dikenal sebagai ahli dalam bisnis Anda, semakin banyak orang yang mencari Anda untuk mendapatkan keahlian Anda, menciptakan lebih banyak penjualan dan peluang referral. Dampaknya, dikenal sebagai ahli adalah memiliki gaya lain untuk mendapatkan prospek bisnis baru, begitu juga sebaliknya. Alih-alih menemukan orang baru dan berkwalitas untuk menjual, orang-orang ini mencari keahlian Anda.

13. Menciptakan keuntungan kompetitif

Bisnis rumahan harusnya memiliki proposisi penjualan yang unik. Ini lebih dari sekedar pertanyaan basa-basi menanyakan pertanyaan penting ,”Mengapa orang memilih berbisnis dengan Anda atau membeli produk atau jasa Anda dibandingkan berbisnis dengan kompetitor dan membeli produk atau jasanya?” Dengan kata lain, aspek atau kombinasi aspek apa yang memisahkan bisnis Anda dari persaingan? Apakah layanan yang lebih baik, garansi yang lebih lama, pemilihan yang lebih baik, pilihan pembayaran yang lebih fleksibel, harga terendah, layanan personal, layanan pelanggan yang lebih baik, pengembalian yang lebih baik dan kebijakan pengembalian atau gabungan dari beberapa hal tersebut ?

14. Investasikan dalam diri Anda

Pengusaha papan atas membeli dan membaca buku-buku, majalah bisnis dan marketing, laporan, jurnal, newsletter, website dan publikasi industri, menyadari bahwa sumber-sumber ini akan meningkatkan pemahaman bisnis mereka serta fungsi dan ketrampilan marketing. Mereka bergabung dengan asosiasi bisnis, dan menjalin jaringan dengan pebisnis lain yang terampil untuk belajar rahasia sukses mereka dan membantu mereka menentukan tujuan dan sasaran mereka. Pebisnis top menghadiri seminar bisnis dan marketing, workshop dan pelatihan, meski mereka sudah menguasai masalah tersebut. Mereka melakukannya karena mereka tahu bahwa pendidikan adalah proses yang berkelanjutan. Selalu ada cara untuk melakukan dengan lebih baik, waktu yang sedikit, dengan upaya yang lebih sedikit. Pendeknya, pengusaha papan atas tidak pernah berhenti menginvestasikan alat pemasaran yang paling ampuh, efektif, dan terbaik untuk dirinya.

15. Bisa diakses

Kita hidup dalam waktu dimana kita mengharapkan makan siang siap saji di drive-thru siap dalam beberapa menit, laundry siap diambil di hari yang sama, uang yang ada di ATM dan pizza diantar dalam waktu 30 menit atau gratis. Anda melihat pola yang berkembang-Anda harus membuatnya semudah mungkin bagi orang yang berbisnis dengan Anda, terlepas dari bisnis rumahan yang Anda jalankan.

Anda harus menyadari kenyataan bahwa hanya sedikit orang yang mau bekerja keras, keluar dari jalur, atau merasa tidak nyaman demi memberikan Anda uang yang mereka dapatkand dengan susah-payah. Mempermudah orang lain untuk berbisnis dengan Anda artinya Anda harus bisa diakses dan memiliki pengetahuan terhadap produk atau jasa Anda. Anda harus bisa memberikan apa yang diinginkan pelanggan, ketika mereka menginginkannya.

16. Membangun reputasi yang kokoh

Tidak diragukan lagi, reputasi yang baik adalah salah satu aset yang paling tangible dan bisa dijual oleh pengusaha rumahan. Anda tidak bisa hanya sekedar membeli reputasi yang baik; ini adalah sesuatu yang Anda hasilkan dengan memenuhi janji Anda. Jika Anda berjanji mengirimkan barang ke pelanggan hari Rabu, tidak alasan bagi Anda untuk tidak mengirimkannya. Jika Anda menawarkan untuk memperbaiki sesuatu, Anda harus melakukannya dengan baik. Konsistensi atas apa yang Anda tawarkan adalah faktor kunci lainnya. Jika Anda tidak bisa memberikan jasa (dan produk) dengan level yang sama pada klien secara teratur, mereka tidak punya alasan untuk mempercayai Anda…dan tanpa kepercayaan, Anda tidak akan memiliki reputasi yang baik.

17. Menjual benefit

Memaksakan fitur produk untuk pengusahaa yang tidak berpengalaman atau calon pengusaha. Menjual benefit terkait dengan memiliki dan menggunakan produk atau jasa yang Anda bawakan adalah fokus bagi sales professional dimanapun untuk menciptakan keinginan membeli dan menjual, menjual lebih banyak, dan lebih sering menjual lebih banyak pada pelanggannya. Iklan, presentasi sales, dan material marketing yang dicetak, kemasan produk, website, newsletter, pameran dagang adalah hal penting. Setiap waktu dan media yang digunakan untuk berkomunikasi dengan target audien harus menjual benefit yang terkait dengan memiliki produk atau menggunakan jasa Anda.

18. Keterlibatan

Selalu keluar dari jalan Anda untuk terlibat dalam komunitas yang mendukung bisnis Anda. Anda bisa melakukan ini dengan banyak cara, seperti terjun dalam kegiatan amal lokal atau food bank, terlibat dalam mengorganisir event komunitas, dan politik lokal. Anda bisa bergabung dengan kumpulam dan kelompok yang berkonsentrasi pada program dan kebijakan yang disusun untuk meningkatkan komunitas lokal. Ini adalah fakta dimana orang senang berbisnis dengan orang yang mereka kenal, sukai dan respek, dan dengan orang yang melakukan banyak hal untuk membantu mereka sebagai anggota komunitas.

19. Menarik perhatian

Pengusaha kecil tidak bisa membuang waktu, uang dan energi untuk kegiatan promosi yang ditujukan untuk membangun kesadaran melalui jangka panjang, pembukaan yang berulang. Jika Anda melakukannya, peluangnya adalah Anda akan bangkrut jauh sebelum tujuan ini tercapai. Alih-alih, setiap kegiatan promosi yang Anda lakukan, harus bisa menghasilkan uang untuk kantong Anda sehingga Anda bisa meneruskan untuk menarik perhatian yang lebih banyak dan membuat bisnis Anda tumbuh.

20. Menguasai seni negosiasi

Kemampuan untuk bernegosiasi secara efektif merupakan ketrampilan yang harus dikuasai oleh setiap pengusaha. Mungkin ini hal terpenting nomor dua yang harus dimiliki oleh bisnis rumahan. Dalam bisnis, ketrampilan negosiasi digunakan setiap hari. Selalu ingat bahwa menguasai seni negosiasi artinya ketrampilan Anda diterapkan untuk mendapatkan kondisi win-win. Pengaturan win-win berarti setiap orang yang terlibat merasa mereka telah menjadi pemenang, yang merupakan dasar untuk membangun hubungan jangka panjang dan bisnis yang lebih menguntungkan.

21. Mendesain tempat kerja untuk sukses

Rencanakan dan desain tempat kerja Anda di rumah dengan seksama untuk memaksimalkan kinerja dan produktivitas personal, dan jika dibutuhkan, untuk menunjukkan profesionalisme bagi klien yang datang. Jika memungkinkan, tahan keinginan untuk mengubah sudut ruang tamu atau tempat tidur Anda menjadi kantor. Idealnya, Anda menginginkan ruang yang terpisah dengan pintu tertutup yang memisahkan kegiatan bisnis dan anggota keluarga, setidaknya saat jam kerja. Teras, basement atau garasi biasanya digunakan sebagai kantor dalam rumah. Jika ini tidak memungkinkan, Anda harus menemukan cara untuk mengubah ruangan dengan partisi atau mengerjakan pekerjaan Anda saat tidak ada orang dirumah.

22. Menjaga keteraturan

Kunci untuk tetap terorganisir bukanlah jenis file apa yang Anda miliki atau apakah Anda menumpuk kertas di atas meja, tapi tentang mengelola bisnis Anda. Memiliki sistem untuk melakukan banyak hal. Karena itu, Anda ingin membuat rutinitas dimana Anda bisa menyelesaikan pekerjaan sebanyak mungkin, atau selama tiga jam untuk bisnis part-time atau tujuh hingga sembilan jam untuk full-timer. Faktanya, Anda harus mengembangkan sistem dan rutinitas untuksetiap kegiatan bisnis. Hal-hal kecil seperti membuat to-do list di akhir hari kerja dalam sehari, atau dalam seminggu, akan membantu Anda mendahulukan tugas terpenting. Menciptakan kalender tunggal untuk memulai kerja, bukan tugas untuk menggandakan tugas atau pekerjaan, juga akan memastikan tugas terselesaikan sesuai jadwal dan janji yang dipenuhi. Memasukkan keluarga dan aktivitas personal kedalam kalender Anda jiga penting sehingga Anda bisa bekerja dan merencanakan dari kalender tunggal.

23. Waktu luang

Godaan untuk bekerja disepanjang waktu adalah hal nyata bagi beberapa pengusaha rumahan. Namun, Anda tidak punya manajer yang mengingatkan saatnya Anda pulang karena mereka tidak mampu membayar lembur. Setiap orang yang bekerja dari rumah harus meluangkan waktu untuk menetapkan jadwal kerja yang meliputi waktu untuk meregangkan kaki Anda dan beristirahat makan siang, serta beberapa hari kerja dan menjadwalkan liburan. Membuat jadwal setelah Anda membuat komitmen untuk memulai bisnis rumahan. Tentu saja, jadwal Anda haruslah fleksibel. Sediakan waktu bagi diri Anda selama satu atau dua jam. Bekerja sepanjang waktu dan tidak beristirahat akan membuat Anda kelelahan dan layanan pelanggan yang buruk tidaklah diinginkan pelanggan.

24. Membatasi jumlah usaha

Sulit bagi kebanyakan pengusaha untuk tidak melakukan pendekatan yang ditawarkan. Mereka ingin melakukan dan menangani tugas sebanyak mungkin dalam bisnis mereka. Kemampuan untuk multitasking, nyatanya, adalah ciri umum yang dibagi oleh pengusaha sukses. Namun, sesekali Anda harus berhenti dan mereview hari itu untuk menentukan apa yang menjadi minat terbaik dalam bisnis dan diri Anda untuk jangka waktu yang lama. Kebanyakan pengusaha sukses akan mengatakan pada Anda pada saat mereka memulainya, mereka tahu dimana kelebihan mereka dan tugas apa yang didelegasikan ke orang lain.

25. Tindak lanjut secara konstan

Kontak yang konstan, tindak lanjut dengan pelanggan, prospek dan aliansi bisnis merupakan mantra bagi setiap pengusaha rumahan yang baru atau sudah mapan. Tindak-lanjut yang konstan dan konsisten memungkinkan Anda untuk merubah prospek menjadi pelanggan, meningkatkan nilai penjualan dan frekwensi membeli dari pelanggan yang sudah ada, dan membangun hubungan bisnis yang lebih kuat dengan supplier dan tim bisnis inti. Tindak-lanjut penting untuk daftar pelanggan Anda, seperti pekerjaan real yang dimulai setelah penjualan. Mudah untuk menjual produk atau jasa, tapi diperlukan kerja keras untuk mempertahankan pelanggan dan membuat mereka kembali lagi.

Oleh: James Stephenson adalah konsultan bisnis rumahan dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang bisnis dan marketing. Penulis beberapa buku populer, termasuk majalah Entrepreneur Ultimate Startup Directory dan Ultimate Small Business Marketing Guide, both available from Entrepreneur Press.

Sumber: www.entrepreneur.com

Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com

Artikel: www.pengusahamuslim.com

Read more https://pengusahamuslim.com/1600-25-karakteristik-pengusaha-sukses.html#more-1600

Cara Menghitung Daya Listrik Pada Perangkat Elektronik

Pernah memperhatikan jumlah pemakaian / penggunaan daya pada rekening listrik rumah anda? Bagaimana angka tersebut dapat terbentuk dan d...